[post_ad]
Showing posts with label artikel homeopathy. Show all posts
Showing posts with label artikel homeopathy. Show all posts

Menengok Sejarah Perkembangan Homeopathy di Malaysia

sejarah-homeopathy-malaysia
Prof. Dr. Burhanuddin Al-Helmy (1911-1969)
Dibandingkan Indonesia sejarah Homeopaty di negeri jiran Malaysia jauh lebih maju, bangsa Malaysia telah mengenal Pengobatan Homeopathy bahkan sejak negara ini belum merdeka. 

Melalui tokoh pergerakan bangsanya yang menempuh studi di India, ia membawa sistem pengobatan homeopathy ke tanah-airnya dan kemudian mengembangkannya.

Berikut adalah saduran tulisan Mohamed Hatta Abu Bakar HMD (BIH) mengenai "PERKEMBANGAN HOMEOPATI DI MALAYSIA (The Spread of Homoeopathy in Malaysia)" dalam bahasa Melayu yang telah diterjemahkan secara bebas kedalam ejaan bahasa Indonesia:
Di Malaysia, sistem pengobatan homeopathy didirikan oleh seorang tokoh yang sangat berjasa kepada tanah air yaitu Prof. Dr. Burhanuddin al-Helmy (1911-1969). Seorang yang aktif dalam organisasi politik dan agama, salah seorang pendiri Partai Kebangsaan Melayu Malaya (PKMM) dan pernah menjabat presiden Partai Islam Se-Malaysia (PAS). 
Homoeopati dibawa masuk dan diperkenalkan di tanah Melayu oleh Dr. Burhanuddin ketika ia pulang ke Malaya pada tahun 1929. Dia merupakan lulusan dari Ismaeliah Medical College, New Delhi. 
Berdasarkan keterangannya, homoeopathy begitu berjasa kepadanya karena telah berhasil menyembuhkan penyakit lelah yang dialaminya. Selanjutnya, pada tahun 1937 sampai tahun 1942, beliau bersama Prof. Dr. Gambar membuka Gedung Homeopathy di Singapura dan Johor Bharu. Usaha ini terhenti ketika ia sibuk mengatur soal-soal agama dan tanah air. Bahkan ia pernah ditahan setelah tragedi NATRAH di Pulau Sekijang, untuk periode Agustus 1951 - Sept. 1952. 
Pada akhir tahun 1952, ia mulai kembali mempraktekkan dan menggunakan obat homeopathy dengan memberikan banyak pertolongan kepada keluarga dan sahabatnya. Kemudian, dalam pertemuan dengan beberapa orang pemuda, dia menyarankan supaya ilmu medis homoeopathy dipelajari dan dikembangkan sehingga menjadi pengobatan nasional bagi negara Malaysia Merdeka.
Berdasarkan tulisan Prof. Dr. Mohd Nor, setelah lebih enam bulan, barulah dapat dikumpulkan sebanyak dua belas orang mahasiswa. Pada 15 Desember 1953, Dr. Burhanuddin telah menulis surat kepada Departemen Kesehatan dan Departemen Pendidikan Singapura untuk mengajar dan mempraktekan homoeopathy ..
Dalam surat jawaban terhadap permohonan itu, disebutkan bahwa praktek homoeopathy tidak diakui dan karena itu lisensi praktek tidak perlu dikeluarkan. Kebenaran untuk kuliah resmi medis homoeopathy diterima, tetapi praktisi homoeopati tidak dapat didaftarkan sebagai Praktisi Medis menurut Undang-undang Peraturan Medis dan tidak bisa disebut "Dokter."
Meskipun tanpa pengakuan - dengan pernyataan itu, tahun 1953/1954 dianggap tahun yang bersejarah dalam tinta tanah air. Pada tahun tersebut, lahir sebuah lembaga atau pusat studi homeopathy yang pertama secara informal di rumah Dr. Burhanuddin sendiri yaitu Kampung Pachitan, Singapura. Antara 12 orang pemuda pelopor yang mengikuti kuliah itu termasuk Prof. Dr. Mohd. Nor Noordin, Dr. Hj. Dali b. Hj. Muin, Dr. Mohammed Hj. Yakub dan Dr. Abd. Rahman Hj. Hashim.
Teks yang digunakan dalam kuliah bagi generasi pendiri pada waktu itu terdiri dari: The Organon of Medicine (Hahnemann); Materia Medica (Nash, Kent, Chauldry); Philosophy (Kent); The Chronic Diseases (Hahnemann); Muqaddimah (Ibnu Khaldun) dan termasuk juga kitab Hadits Arbain.
Dasar sumpah Hippocrates yang masyhur telah dijadikan dasar "Janji Setia". Justru itu, setiap siswa medis homeopathy: harus menganggap Gurunya sebagai Bapak dan anak mereka sebagai saudara kandung, sanggup memandang sesama anggota sebagai keluarga; berjanji tidak memberi "Obat" yang membahayakan serta membunuh kepada pasiennya; berjanji tidak memberi obat untuk menggugurkan janin dalam kandungan; menjaga kehormatan seni pengobatan dengan penghormatan yang tinggi; dan selalu siap melayani di mana saja ia berada.
Meskipun ilmu pengobatan homeopathy sangat baru dan berbagai anggapan negatif dihadapi, tetapi ia menjelaskan betapa pentingnya menanamkan ilmu kepada anak bangsa terutama ilmu terkait dengan kesehatan sebagai upaya mengisi kemerdekaan suatu bangsa. Justru itu, dalam pidato pembukaan kuliah pertamanya, beliau menyatakan:
 "....... Saya berpendapat, ilmu kedokteran homeopathy ini adalah milik bangsa (national asset) yang dapat saya berikan menjadi pusaka abadi buat negara yang merdeka kelak."
"Selain dari itu yang menjadi pilihan saya kepada homeopathy adalah karena pengalaman saya mengidap penyakit lelah di mana saya sering berobat dengan obat-obat lain tetapi tidak dapat sembuh. Tapi setelah saya mencoba obat homeopathy, maka penyakti saya yang selama ini tidak tak kunjung sembuh, sudah pulih. "
"Jadi, saudara-saudara perintis adalah merupakan angkatan yang menjadi harapan bangsa di masa akan datang. Apa lagi ilmu kedokteran ini adalah satu cabang ilmu berdasarkan aliran alami. Jadi itu merupakan suatu sistem yang sesuai dengan kehendak alam."
Kuliah-kuliah bergerak dinamis di pusat Malaysia Health Centre (MHC) di 107, Jalan Sultan Singapura. Pada tahun 1957 berdirilah Dewan Kesehatan Melayu di Singapura dan Dewan Tata Hidup di Kuala Lumpur.
Semangat mengembangkan homoeopathy semakin mendapat lecutan ketika Dr. Corea datang mengunjungi Malaya secara resmi dengan tugas Kongres Kedokteran Homeopathy Sedunia pada masa Malaya Merdeka. Dr. Edward Mac. Heyzer yang pernah bertugas sebagai dokter dan ahli tentara dalam pasukan Inggris selama perang Jepang turut aktif membantu memperluas dan memperkenalkan homeopathy di rumah sakit dan kaum terpelajar. Beberapa orang India yang belajar homeopathy juga membantu dengan bertindak secara awam dalam memberikan perawatan atau membuka toko-toko obat homeopathy.
Pada tahun 1960, berkumpul pula para pendukung dan perintis homoeopathy di Kuala Lumpur untuk memikirkan nasib dan tujuan sistem pengobatan homeopathy serta garis perjuangan untuk dekade-dekade mendatang. Berkat niat yang kuat dan satu pemikiran, maka terbentuklah sebuah asosiasi homoeopathy yang pertama di Malaysia yang dikenal dengan nama "Asosiasi Homoeopathy Malaya" (Homoeopathic Society of Malaya).
Asosiasi Homoeopathy Malaya didaftarkan secara resmi pada tahun 1961 di mana Presiden pertamanya adalah Prof. Dr. Burhanuddin sendiri. Sekretaris Jendralnya, Dr. Mohammad bin Hanif dan Bendahara adalah Dr. Yaakob Ibrahim. Anggota komite yang lain termasuk Dr. Rahmat b. Ma'dom, Dr. Rashad Shamsuddin, Dr. Abd. Rahman Hashim, Dr. Bahrom Shah dan Dr. Ismail b. Muhammad. Markas asosiasi waktu itu adalah di 38-B Jalan Hale (Raja Abdullah) Kuala Lumpur.
Di dalam pidato saat meresmikan asosiasi ini, Prof. Dr. Burhanuddin menjelaskan tujuan dan tujuan asosiasi sebagai:
- Mendirikan dan memajukan pengobatan homeopathy dan lain-lain cara alami.
- Mendorong dan meninggikan kesehatan, kesadaran, kecerdasan rohani dan jasmani.
- Mengadakan fasilitas bertukar pikiran dan pengetahuan antara anggota dan masyarakat dengan mengadakan ceramah dan lain cara yang halal.
- Memajukan kepentingan bersama, meninggikan akhlak dan pelajaran.
- Menanam semangat dan keinginan untuk memajukan diri sendiri dan mengajarkan kepada anggota akan kegiatan-kegiatan homoeopathy.
Asosiasi yang pertama ini membuka keahliannya kepada tiga jenis keanggotaan yaitu: anggota penuh, anggota asosiasi dan anggota pendukung di mana hanya orang yang memiliki kualifikasi saja diterima sebagai anggota penuh. Bersama dengan itu juga, Dr. Burhanuddin menganjurkan agar pusat-pusat pengobatan homeopathy didirikan. Selain memberikan perawatan, pusat-pusat ini juga bisa menjadi tempat-tempat pelatihan kepada siswa homeopathy.
Jasa Dr. Burhanuddin berikutnya adalah menyuarakan masalah homoeopathy beberapa kali di Parlemen saat ia menjadi anggota parlemen untuk tahun 1959-1964. Suaranya yang lantang memungkinkan kegiatan mengembangkan ilmu pengobatan homeopathy bergerak ke seluruh negara. Kemudian dalam mengembangkan homeopathy berikutnya dia berusaha mengumpulkan siswa-siswa yang setia untuk mengikuti kuliah homoeopathy di Ehya Assharif Gunung Semanggol, Perak.
Tidak banyak tulisan-tulisan yang merinci kegiatan pengembangan ilmu medis homoeopathy yang dilaksanakan oleh beliau di tahun-tahun berikutnya. Akhirnya, pada 25 Oktober 1969, Dr. Burhanuddin pulang ke Rahmatullah setelah berhasil menaburkan banyak jasa-jasa kepada masyarakat, orang Melayu, Islam, politik tanah air dan tidak ketinggalan mewariskan homeopathy. Justru banyaknya jasa-jasa beliau seperti yang disebut-sebut dalam sejarah tanah air sebelum dan setelah merdeka, maka beliau masih dikenang hingga ke hari ini.
Kepergian almarhum Dr. Burhanuddin memang sulit dicari penggantinya. Tapi demi untuk memimpin asosiasi yang masih muda ini, kepemimpinan asosiasi diberikan kepada wakilnya yaitu Prof. Dr. Mohd. Nor Noordin. Pergerakan homeopathy dikatakan bergerak lebih aktif lagi setelah itu dengan menambah jumlah penggemar dan pendukungnya. Pada tahun 1979, asosiasi ini diubah namanya menjadi Asosiasi Medis Homoeopathy Malaysia (Malaysia Homoeopathy Medical Association) atau ringkasnya PPHM.
Di bawah pimpinan Dr. Mohd. Nor, asosiasi ini semakin giat aktivitasnya dengan menyelenggarakan ceramah, seminar dan memberi kuliah. Ini terutama ketika pusat-pusat pengobatan homoeopathy mulai tumbuh dengan pesatnya di Kuala Terengganu, Guar Chempedak (Kedah), Parit Buntar, Krian (Perak), Muar (Johor), Jasin (Melaka), Sungai Besar, Klang, Sekinchan (Selangor), Kota Bharu dan tempat lainya dimana layanannya mendapat sambutan.
Pada tahun 1980an, asosiasi ini juga mulai mendapat dukungan dari berbagai lapisan masyarakat dan banyak seminar-seminar yang diadakan turut dinaungi oleh tokoh-tokoh politik. Dengan pertolongan praktisi seperti Dr. Dali, Dr. Abd. Ghani, Dr. Nik Omar, Dr. Teo, Dr. Ghulam Rasool dan anggota komite PPHM 1970-1984, diberitakan bahwa homeopathy berhasil dikembangkan di universitas-universitas, terutama di UTM.
Perkembangan di akhir-akhir ini menunjukkan satu demi satu organisasi homoeopathy diwujudkan apakah ia mendapat dasar dari PPHM ataupun tidak. Diantaranya adalah asosiasi Dr. Mohamad Hj. Yaakob yang mendirikan Asosiasi Medis Homoeopathy Bumiputera Malaysia (PPHBM) yang berkantor pusat di Johor Bahru, Asosiasi Praktisi-praktisi Pengobatan Homeopati Terdaftar Malaysia (MRHP) di bawah Dr. Nik Omar dan Asosiasi Praktisi Kedokteran homoeopati Malaysia (PPPHM) yang berbasis di Alor Star, Kedah.
Namun, kata sepakat dicapai antara PPHM dan PPHBM untuk menyelaraskan daya upaya dan energi serta menghubungkan amanah al-Marhum Prof. Dr. Burhanuddin al-Helmy dengan bergabungnya kedua kesatuan itu mendirikan Dewan Homoeopathy Kebangsaan Malaysia pada 11 April 1993. Dengan itu anggota serikat yang bergabung itu dapat bekerjasama mempertahankan homoeopathy murni menurut paham mereka.
Namun begitu, peran MRHP turut menonjol dari segi perkembangan homeopathy di mata masyarakat modern ini justru aktivitasnya yang bersifat komersial selain kegiatan biasa memberi kursus dan ceramah seperti PPHM. Banyak barang atau hasil produk homeopathy dari kesatuan tersebut mendapat tempat di hati masyarakat. Ini termasuk juga kegiatan dan usaha MRHP membantu masyarakat Selatan Thai sewaktu mengalami banjir dan korban perang saudara di Afghanistan.
Sementara eksplorasi kursus jarak jauh dan penerbitan majalah "Utusan Kesehatan" untuk konsumsi publik oleh PPPHM turut membantu mengembangkan homeopathy dengan lebih luas. Meskipun PPHM yang bersikap tradisional mengkritik dan menolak mengakui kursus semacam itu, namun ia turut berperan membantu memperluas ilmu medis homoeopathy di mata masyarakat. Dalam hal ini, pengangkatan Ke bawah Duli Yang Maha Mulia Sultan Kedah sebagai pelindung PPPHM mungkin membantu asosiasi tersebut dalam keberlangsungannya.
Selain itu, ada kegiatan pengembangan homoeopathy yang dilakukan secara sendirian. Ini terjadi melalui pembukaan pusat-pusat perawatan, produksi produk baru homeopathy, penjualan langsung (direct selling), penerbitan majalah / makalah dan sejenisnya. Meskipun kegiatan secara sendirian tidak disukai oleh asosiasi dan mungkin menimbulkan masalah sampingan, sedikit sebanyak hal itu telah membantu menyebarkan ilmu medis tersebut. Bahkan tidak sedikit kegiatan secara individu juga mendapat tempat di media dan majalah.
Namun, perkembangan yang menarik dalam sejarah homeopathy di Malaysia dan yang membedakannya dengan sejarah perkembangan homeopathy masa awal dan di negara-negara lain adalah tentang usaha murid Prof. Dr. Burhanuddin al-Helmy dalam mengaitkan antara pengobatan homeopathy dengan Islam. Antara bukti-bukti yang sering diperjelaskan oleh mereka termasuk prinsip similimum yang dikiaskan kepada hadis Rasulullah saw tentang jatuhnya lalat ke dalam minuman (yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Abu Daud), keseimbangan vital force sebagai pancaran ruh dan nama-nama obat homoeopathy yang digunakan yang mana sebagian ada tersebut di dalam al-Qur'an.
Mohamed Hatta Abu Bakar HMD (BIH)
sumber:  http://homeoint.org/

BENTUK OBAT HOMEOPATY (REMEDY) | Pengantar Homeopathy

Oleh: dr. E.M. Hidayat SpPK

Bentuk Obat Homeopathy


    globul-homeopathy
  • Mother tincture (Q potencies) 
  • Pill (tablet) 
  • Globule 
  • Powder (bubuk) 
  • Suntikan 
  • Salep 

Cara Penyimpanan Remedy (Obat Homeopathy) 

Obat Homeopathy harus disimpan:

  • Di botol warna gelap, bertutup rapat kedap udara 
  • Di tempat yang kering, sejuk. 
  • Di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung. 
  • Jauhkan dari bau yang menyengat, seperti parfum, obat semprot serangga, camphora 
  • Jidak boleh diletakkan di atas TV, kulkas, radio, benda-benda elektronik lainnya. 

Lama Penyimpanan Remedy (Obat Homeopathy)

Bila di simpan dengan baik dan benar obat Homeopathy dapat bertahan bertahun-tahun.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan 


  • Obat Homeopathy tidak boleh tersentuh tangan. 
  • Obat diminum ½ - 1 jam sebelum atau sesudah makan 
  • Obat antagonis tidak boleh dikonsumsibersama-sama 
  • Penderita TBC tidak boleh diobati dengan sulfur 
  • Penggunaan obat biokemik tidak boleh terus-menerus 

Aspek Legalitas Pengobatan Homeopathy 


  • Praktek mengobati orang perlu lisensi dan kompetensi di bidangnya. 
  • Di Indonesia IHI (Ikatan Homeopath Indonesia) - Mitra Dep.Kes. RI. 
  • SK Menkes Tanggal 24 Juli 2003 No.1076/Menkes/SK/VII/2003 tentang Penyenggaraan Pengobatan Tradisional 
  • Permenkes no.1109/Menkes/PER/IX/2007tentang Penyelenggaraan Pengobatan Komplementer-alternatif 
  • SK Menkes Tanggal 24 Juli 2003 No.1076/Menkes/SK/VII/2003 tentang Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional 
  • Homeopathy digolongkan pada Pengobatan Tradisional Ramuan :Tabib, shinshe, Homeopathy, aromaterapi, dll. 

Pengobatan komplementer tradisional-alternatif: Pengobatan non-konvensional yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat meliputi upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, diperoleh melalui pendidikan terstruktur berlandaskan ilmu pengetahuan biomedik dan belum diterima dalam kedokteran konvensional 

KLASIFIKASI PENYAKIT: AKUT & KRONIK | Pengantar Homeopathy

Penyakit akut (self-limiting illness): 


  • Durasi pendek 
  • Perkembangan cepat 
  • Penyebab jelas 
  • Menunjukkan kecenderungan sembuh 
  • Vital Force berusaha menyembuhkan diri sendiri 

Homeopathy pada Penyakit Kronik 


  • Penyebab penyakit sulit diperbaiki 
  • Penyakit bergerak dari pusat ke luar tubuh, dari atas ke bawah (from top of the body to bottom) 
  • Tidak melalui periode perbaikan 
  • Dengan penjagaan yg baik : hindari stress, hindari penyakit akut ? penyakit kronik dapat mereda dan tidak menimbulkan gejala. 
  • Jika stres atau infeksi yang menyebabkan reaksi pertahanan tubuh cukup kuat dan persisten , jika usaha tubuh untukmengatasi stres tertekan (antara lain oleh obat-obat konvensional), tubuh tidak mampu/sulit menyembuhkan diri sendiri. 
  • Keluhan sensory dan fungsional menjadi kronik akhirnya dapat menimbulkan perubahan fungsi dan struktur jaringan.

Hahnemann menyatakan bahwa penyakit kronik dapat disebabkan oleh : 


  1. Penekanan oleh pengobatan konventional,juga oleh kondisi lingkungan, 
  2. Pajanan terhadap bahan toksik berasal dari berbagai mineral dan bahan kimia di lingkungan hidup atau tempat kerja. 
  3. Pengaruh herediter pada penyakit kronik 

Mengobati penyakit kronik dengan Homeopathy 


  • Memerlukan lebih banyak pengetahuan tentang Homeopathy dibanding pengobatan penyakit akut 
  • Bila gejala akut yang obati untuk jangkawaktu tertentu, tetap ada atau muncul kembali (relaps), mungkin memerlukan pengobatan secara profesional (miasmatic medicine) 
Oleh: dr. E.M. Hidayat SpPK



PRINSIP-PRINSIP HOMEOPATHY

Prinsip-Prinsip Pengobatan Homeopathy

  1. Law of Similia (Similia Similibus Curentur = yang serupa menyembuhkan yang serupa (like cures like) 
  2. Law of Simplex (hanya satu remedy yang digunakan dan harus sederhana) 
  3. Law of Minimum (dosis dan jumlah obat harus minimal) 
  4. Doctrine of Drug Proving (percobaan khasiat obat harus dilakukan pada orang sehat melalui proses drug proving. 
  5. Theory of Chronic Diseases ( penyakit kronik disebabkan oleh miasma yang pertama-tama perlu disingkirkan ). 
  6. Theory of Vital Force (spiritual dynamis yang menggerakkan, menghidupkan tubuh dan menjaga dan memelihara kesehatan tubuh). 
  7. Doctrin of Drug-Dynamization ( obat disiapkan melalui proses potensiasi dari bahan asli (potentizing the original crude substances) 
  8. Law of Cure (hukum Penyembuhan). Proses penyembuhan bergerak dari dalam tubuh ke luar.

1. Law of Similia

  • Pemilihan obat secara fundamental berdasarkan prinsip bahwa obat mempunyai kemampuan menimbulkan gejala yang serupa dari gejala penyakit itu pada orang sehat.
  • Similia similibus curentur
  • Like cures like /like cure by like

2. Law of Simplex – The Single Remedy

  • Hahnemann dalam aphorisms 272-274, Organon of Medicine : “Only one single, simple medicinal substance is to be administered in agiven case of time."
  • Hanya obat tunggal dan sederhana yang diberikan pada satu saat.

Alasan memberikan obat tunggal :

  • Obat homeopathy di proving secara tunggal.
  • Hanya satu obat paling serupa pada satu keadaan tertentu
  • Bila digunakan lebih dari satu obat, kita tidak tahu obat mana yang sebenarnya paling serupa.
  • Obat yg satu bisa saling sinergistik tetapi juga dapat bersifat antagonis dengan obat lainnya.

3. Law of Minimum

  • Pemberian obat homeopathy tidak hanya pada pemilihan yang paling serupa dengan gejala penyakit, tetapi juga memberikan pada dosis yang minimum.
  • Dosis minimum yg mampu menstimulasi vital force dengan cara yang lembut (gentle remedial effect).
  • Mencegah agravasi yang berlebihan yg tidak diinginkan
  • Specific dynamic action yg menimbulkan gejala spesifik obat dihasilkan oleh dosis obat yang minimal.
  • Dosis yang minimal tidak akan menimbulkan kerusakan organ dan drug addiction
  • Sesuai dgn Arndt-Schultz law : dosis kecil menstimulasi, dosis medium melumpuhkan, dosis besar mematikan.

4. Doctrine (Law) of Drug Proving

  • Drug proving : Investigasi sistematik dari daya obat menimbulkan sakit pada orang sehat dari berbagai usia, jenis kelamin dan berbagai konstitusi tubuh.
  • Obat harus di proving pada orang sehat, karena : gejala dari obat dan penyakit akan disatukan (mixed together).
  • Kerja obat pada orang sakit berbeda dengan pada orang normal /sehat.
  • Metode testing dilakukan utk melihat efek obatnya.
  • Menggunakan metode double blind, group orang sehat diberikan obat tiap hari, control group orang sehat yang tidak diberikan obat (placebo) lalu gejala dicatat.
  • Catat karakteristik obatnya pada buku Materia Medica.

5. Theory of Vital Force

Tubuh manusia terdiri atas tubuh, mind (pikiran) dan spirit yang merupakan kesatuan.
Spirit yang bertanggung jawab terhadap beragam manifestasi kehidupan dinamakan Hahnemann dengan Vital Force : ”The material organism without the vital force iscapable of no sensation, no function, no self preservation; it derives all sensations, and performs all functions of lifesolely by means of the immaterial being (the vital force) which animates the material organism in health and disease.”



  • Organisma tanpa vital force tidak merasakan sensasi, tidak punya fungsi, tidak bisa memelihara diri; organisma memperoleh semua sensasi dan melaksanakan fungsi-fungsi kehidupannya semata-mata oleh sesuatu yang immaterial (vital force) yang menjiwai organisma itu dalam keadaan sehat dan sakit
  • Vital force merupakan spirit like energy yang mendorong organisma/tubuh hidup agar selalu dalam keadaan sehat.
  • Vital force menentukan status kesehatan seseorang selama hidupnya.
  • Vital force yang sehat mempertahankan status kesehatan pikiran dan tubuh.
  • Vital force bersifat dinamis, hanya penyakit yangdinamis yang akan melemahkan vital force. Bakteri, virus dan parasit hanya akan menyerang bila vital force sudah melemah dan menimbulkan penyakit.
  • Bila tubuh terancam serangan dari luar, sehingga keseimbangan tubuh terganggu, vital force berusaha untuk menseimbangkankembali, manifestasinya adalah gejala (misalnya Nyeri, demam, berlendir, batuk).
  • Gejala yg dirasakan tidak enak bertujuan: untuk mengembalikan pd keadaan seimbang.

6. Doctrine of Drug Dynamization ( law of potentisation )

  • Suatu bahan di alam memiliki energi dalam keadaan “tidur”(latent), bila didinamisasikan (potensiasi) energi muncul.
  • Agar dapat memiliki daya menyembuhkan perlu di dinamisasi/ potensiasi
  • Dinamisasi : proses mengaktifkan energi obat yang terkandung dalam bahan (tumbuhan, binatang, mineral) yang masih dalam keadaan latent, sehingga memiliki potensi menyembuhkan penyakit.
  • Dinamisasi /potensiasi dilakukan dengan cara : trituration (untuk bahan tidak larut) dan succussion (untuk bahan larut)

Succussion / pengocokan

Succussion : proses potensiasi dengan mengocok obat dalam larutan (alkohol, air) dengan kuat (vigorous shaking) sesuai dengan Pharmacopea
Penyiapan potensi obat dapat menggunakan skala desimal :
1 bag obat + 9 bag alkohol --> potensi X
skala sentisimal :
 1 bag obat + 99 bag alkohol --> potensi C
homeopathy-succosion

homeopathy-succosion
                                                    

Trituration

  • Indikasi : bahan tidak larut
  • Bahan “pelarut” : laktosa (sugar milk)
  • Proses : 1 bag obat + 9 bag /99 bag laktosa, di mortar kemudian digiling (grinding), dilakukan juga sesuai dengan prosedur di Phamacopea
  • Makin encer makin tinggi potensi
  • Dr. William E. Boyd of Glasgow menyatakan :  “The power ofthe solution does notdepend on the degree of dilution butonspecialprogressive method in its preparation ; theenergy latentin the drug is increased by aforceful shaking of the liquid at each stage of the process
homeopathy-tirturation

homeopathy-tirturation

Tujuan potensiasi dalam homeopathy

  • Mengurangi jumlah obat untuk membantu mencegah agrafasi dan efek samping yang tidak diharapkan.
  • Vital force itu dinamis hanya dapat disembuhkan oleh daya yg dinamis pula, bukan oleh kuantitas
  • materi obat.
  • Bahan yang bersifat racun virulen dan mematikan dibuat tidak membahayakan, tetapi ditransformasikan menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk penyembuhan penyakit.

7. Law of Cure (Hukum Penyembuhan)

  • Proses penyembuhan hasil observasi Constantine Hering, M.D.(1800-1880) : “Hering’s Law of Cure”:
  • Tubuh manusia berusaha untuk mengeluarkan penyakit dari bagian dalam ketubuh bagian luar, mengeluarkan/ menghilangkan dari keadaan yang lebih serius/ berat.
  • Proses penyembuhan penyakit bergerak dari dalam ke arah luar tubuh, dari organ yanglebih penting ke organ yang lebih kurang penting
  • Healing progresses from the top of the body tothe bottom
  • Proses penyembuhan bergerak dari bagian tubuh sebelah atas kebagian tubuh sebelah bawah.
  • Misal : Penderita artritis pada ekstremitas atas dan bawah, umumnya mula-mula akan merasakan kesembuhan pada sendi ekstremitas atas lebih dahulu.
  • Healing proceeds in the reverse order of the appearance of the symptoms.
  • Simptom yang muncul paling akhir akan hilang(sembuh) pertama kali.
  • Penderita akan merasakan kembali simptoms yang sebelumnya dirasakan. Walaupun simptom ini mungkin mengganggu, tidak bolehdisupresi / dihilangkan dengan remedi lain.

hahnemann-homeopathy
Penyebab penyakit adalah disharmoni vital force yg dimanifestasikan sebagai berbagai gejala.
Buku Materia Medica Pura pada chapter Spirit of Homeopathic Healing: 
“The diseases are only dynamic disharmonies of our existence and nature, therefore it is impossible for people to destroy them in any other way than through forces and powers, which also have the ability to bring forward dynamic changes of the human existence; that is the diseases will be really and dynamically cured through medicines.”


Oleh: dr. E.M. Hidayat SpPK

PENGANTAR PENGENALAN HOMEOPATHY

Homeopathy

Sistem pengobatan yang bekerja sama dengan sistem kekebalan tubuh untuk mencapai kesembuhan secara alamiah, menggunakan bahan alami berasal dari tanaman, hewan, mineral.

Berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata: “homeo” yang berarti sama, serupa. “pathos” yang berarti penyakit. "Yang serupa menyembuhkan yang serupa"

Sebenarnya prinsip-prinsip homeopathy telah digunakan dalam pengobatan pada masa Hippocrates dan Paracelsus.

Penemu Homeopathy

  • Samuel Christian Friedrich Hahnemann pada tahun 1790 
  • Dokter berasal dari Jerman 
  • Kecewa terhadap sistem pengobatan konvensional 
  • Penterjemah yang mahir dalam 8 bahasa 
  • Samuel Hahneman menemukan kembali (rediscovery) dan memformulasikan menjadi sistem pengobatan Homeopathy 
  • Diawali dengan rasa tidak puas dengan sistem pengobatan pada masa itu, Hahneman nmeninggalkan praktek sebagai dokter dan mulai menterjemahkan literatur kedokteran (medical literature). 
  • Waktu menterjemahkan Cullen’s Materia Medica, tentang cara pengobatan malaria menggunakan kulit pohon Cinchona, Hahnemann tidak yakin dan mengadakan eksperimen sendiri dengan Cinchona dan bahan2 lainnya. 
  • Hahnemann berkesimpulan : bahan yang diminum oleh orang sehat dan menimbulkan gejala- gejala tertentu, dapat menyembuhkan penyakit yang juga menunjukkan gejala-gejala serupa. 

Homeopathy : Sistem Pengobatan dengan Pendekatan Holistik 

  • Homeopathy mengobati penderita secara holistik sebagai manusia, tidak terpaku pada satu organ atau satu bagian tubuh saja. 
  • Semua gejala dan keluhan tiap individudiperhatikan, karena tiap individu memiliki konstitusi tubuh yang berbeda, riwayat nenek moyang /keturunan berbeda-beda. 

Sistem pengobatan Homeopathy 

  • Gejala penyakit /keluhan merupakan usaha tubuh untuk sehat kembali.
  • Mengumpulkan gambaran gejala secarakeseluruhan serta karakteristik individu disebut symptomspicture. 
  • Obat yang diberikan pada orang sehat danmenimbulkan gejala-gejala yang serupa dengan gejala/keluhan yang dialami oleh penderita(symptom picture yang serupa) disebut drugs picture. 
  • Tujuan memulihkan kesehatan secara sempurnatanpa menggunakan obat-obatan umum 
  • Dalam upaya menyembuhkan penyakit penderita, symptoms picture harus dicarikan obat yang serupa, yaitu yang drugs picturenya serupa dengan simptom picture penderita 
  • Bila symptom picture = drugs picture -> memberikan penyembuhan yang sempurna 

Pandangan /Filosofi Pengobatan Allopathy 

  • Gejala2 /keluhan merupakan manifestasi penyakit yang umumnya mengenai organ tubuh tertentu. 
  • Gejala2 /keluhan harus dilawan / ditekanatau dihilangkan 
  • Demam diberi anti demam : aspirin, panadol, dsb 
  • Diare diberi obat anti diare, dst 

Sistem Pengobatan allopathy

  • Gejala dipandang sebagai sesuatu yang mengganggu dan harus dihilangkan 
  • Gejala – gejala yang terkumpul mengenai organ / salah satu sistem tubuh 
  • Gejala yang sama biasanya diobati dengan obat yang sama 
  • Tujuan menyembuhkan penyakit menggunakan obat-obatan biasa yang umumnya bersifat untuk menekan gejala penyakit 
  • Sehat berarti bebas dari penyakit 

Perbedaan pandang  tentang sakit 

  • Sakit menurut Homeopathy : akibat adanya ketidakseimbangan / disharmoni dalam tubuh (intern) / disharmoni tubuh dengan alam lingkungan, yang kemudian tubuh berusaha untuk menseimbangkan kembali. 
  • Usaha menYeimbangkan kembali ini muncul sebagai gejala /keluhan. 
  • Dengan memberikan obat Homeopathy diharapkan disharmoni tubuh dapat lebih cepat tercapai 

Gejala/simptom 

  • Organisme sehat menghasilkan gejala/ simptom sebagai salah satu usaha untuk mengembalikan keseimbangan tubuh yang terganggu. 
  • Simptom merupakan dasar penyembuhan (basic of healing).
  • Homeopathy menggunakan simptom sebagai petunjuk untuk memberikan obat yang serupa guna 
  • Mempercepat proses keseimbangan tubuh -> sehat 
  • Akibat adanya kombinasi faktor fisik, faktor lingkungan, faktor internal dan psikologik yang bersifat negatif, destruktif atau stres --> disharmoni, obat Homeopathy mempercepat penyembuhan. 
  • Kedokteran Barat : penyakit menimbulkan gejala penyakit sebagai akibat gangguan faal / fungsi organ tubuh. 
  • Gangguan faal/fungsi organ dapat terjadi akibat kelainan organ sejak lahir/herediter maupun akibat faktor dari luar tubuh. 
Oleh: dr. E.M. Hidayat SpPK

APA ITU HOMEOPATHY | Pengantar Homeopathy

Homeopathy adalah sistem pengobatan yang bekerja sama dengan sistem kekebalan tubuh untuk mencapai kesembuhan secara alamiah.


Apa itu Homeopathy | Sistem Pengobatan Alternatif 

Homeopathy menggunakan bahan alami dari  tanaman, hewan, mineral. Berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata:  “homeo” yang berarti sama atau serupa dan “pathos” yang berarti penyakit. Homeopathy berarti “yang serupa menyembuhkan yang serupa.” 

Prinsip Homeopathy telah digunakan dalam pengobatan masa Hippocrates dan Paracelsus, dikembangkan kembali oleh  Samuel Christian Friedrich Hahnemann tahun 1790 Dokter dari Jerman. Hahnemann erlecut karena kekecewaannya terhadap sistem pengobatan konvensional.

Saat menterjemahkan Cullen’s Materia Medica, tentang cara pengobatan malaria menggunakan kulit pohon Cinchona, Hahneman tidak yakin  dan mengadakan eksperimen sendiri dengan Cinchona dan bahan2 lainnya. Hahneman berkesimpulan bahan yang diminum oleh orang sehat dan menimbulkan gejala- gejala tertentu, dapat menyembuhkan penyakit yang juga menunjukkan gejala-gejala serupa.
hahnemann-penemu-homeopathy
Christian Friedrich Samuel Hahnemann (1755-1843)

Homeopathy | Sistem Pengobatan Dengan Pendekatan  Holistik

Homeopathy mengobati penderita secara holistik sebagai manusia, tidak terpaku pada satu organ atau satu bagian tubuh saja. Semua gejala dan keluhan tiap individu diperhatikan, karena tiap individu memiliki konstitusi tubuh yang berbeda, riwayat nenek moyang/keturunan berbeda-beda.

Gejala penyakit /keluhan merupakan usaha tubuh untuk sehat kembali. Obat yang diberikan pada orang sehat dan menimbulkan gejala-gejala yang serupa dengan gejala/keluhan yang dialami oleh penderita (symptom picture yang serupa) disebut drugs picture.

Apa itu Homeopathy | Dalam tujuan memulihkan kesehatan secara sempurna tanpa menggunakan obat-obatan umum. Dalam upaya menyembuhkan penyakit penderita, simptom picture harus dicarikan obat yang serupa, yaitu yang drugs picturenya serupa dengan simptom picture penderita, Bila symptom picture = drugs picture akan memberikan penyembuhan yang sempurna.

Homeopathy dan Sistem pengobatan Allopathy

Dalam sistem Allopathy gejala dipandang sebagai sesuatu yang  mengganggu dan harus dihilangkan. Gejala – gejala yang terkumpul mengenai organ/salah satu sistem tubuh, Gejala yang sama biasanya diobati dengan obat yang sama. Tujuan menyembuhkan penyakit menggunakan  obat-obatan biasa yang umumnya bersifat untuk menekan gejala penyakit, Sehat berarti bebas dari penyakit.

Homeopathy & Perbedaan pandang tentang sakit

Sakit menurut Homeopathy : akibat adanya ketidak-seimbangan/disharmoni dalam tubuh (intern) / disharmoni tubuh dengan alam lingkungan, yang kemudian  tubuh berusaha untuk menyeimbangkan kembali. Usaha menyeimbangkan kembali ini muncul sebagai gejala /keluhan, dengan memberikan obat Homeopathy diharapkan disharmoni tubuh dapat lebih cepat tercapai.

Apa itu Homeopathy | Gejala atau Symptom

Organisme sehat menghasilkan gejala/ simptom sebagai salah satu usaha untuk mengembalikan keseimbangan tubuh yang terganggu. Simptom merupakan dasar penyembuhan (basic of healing).

Homeopathy menggunakan simptom sebagai petunjuk untuk memberikan obat yang serupa guna mempercepat proses keseimbangan tubuh sehat, Akibat adanya kombinasi faktor fisik, faktor lingkungan, faktor internal dan psikologik  yang bersifat negatif, destruktif atau stres disharmoni, obat Homeopathy mempercepat penyembuhan.

Kedokteran Barat : Penyakit menimbulkan gejala penyakit sebagai akibat gangguan faal/fungsi organ tubuh. Gangguan faal/fungsi organ dapat terjadi akibat kelainan organ sejak lahir/herediter maupun akibat faktor dari luar tubuh. Itulah sedikit penjelasan mengenai Apa itu Homeopathy.